Oleh : Nisa Nur’arifah

Menjadi seorang ibu adalah peran atau TAKDIR yang hampir dipastikan akan dialami setiap wanita.. Namun menjadi ibu yang baik atau Ibu Profesional adalah sebuah PILIHAN.. Sudah kodratnya bagi setiap wanita saat siap menuju gerbang pelaminan, insyaAllah akan disusul dengan hadirnya buah hati tercinta.. Maka jadilah wanita tersebut pada saat itu, seorang IBU..

Namun, apakah secara otomatis wanita tersebut jadi Ibu Profesional? Jawabannya kembali pada PILIHAN yang diambil oleh sang ibu, pertanyaannya bukan BISA atau TIDAK BISA, tapi MAU atau TIDAK MAU?
Karena menjadi Ibu yang baik adalah sebuah PROSES, perjalanan panjang dimana kita belajar bersama anak, bukan menuntut anak untuk belajar.. Proses bagaimana kita memperbaiki diri bersama, bukan menuntut pasangan atau anak untuk memperbaiki diri.. Proses dimana kita berkembang bersama, bukan menuntut pasangan & anak untuk berkembang..

Saat kita memutuskan “OK, saya MAU”, tantangan selanjutnya (yang saya pribadi rasakan saat ini… #curcol.. Hihi :D) adalah bagaimana kita bisa MENIKMATI prosesnya… Apakah mudah? Of course NOT… Jatuh bangun, tambal sulam, terengah-engah, terseok-seok, gagal, berhasil adalah warna warni episode yang mesti dilalui dengan peluh keringat, derai air mata dan senyuman bahagia.. Penuh bunga..

Menjadi Ibu profesional, bukanlah sebuah kompetisi tentang siapa yang punya suami paling keren, anak paling cerdas, rumah paling rapih, masakan paling oke dst..
Namun sejatinya, adalah sebuah proses bagaimana kita bisa menerima, menikmati perjalanan panjang ini dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik dari hari kehari..

Ini masalah PROSES, bukan HASIL.. Menikmati proses.. bukan hanya saat pasangan sangat mengayomi, namun juga saat pasangan sangat sibuk.. Menikmati proses bukan hanya saat anak kita kooperatif, namun saat anak kita rewel atau tantrum.. Menikmati proses bukan hanya saat anak kita mengukir prestasi, namun juga saat ia gagal atau melakukan kesalahan..

Menikmati proses, bukan hanya saat rumah kita rapih & asri, namun saat rumah sangat berantakan karena anak.. Menikmati proses bukan hanya saat cucian & setrikaan beres, namun juga saat semua menumpuk jadi gunung.. Hihi
Yup, menikmati proses belajar ini dengan segala lika likunya bagai pendakian gunung yang berkelok-kelok..

Tak peduli nantinya kita sampai di puncak atau tidak, namun I will struggle to be there.. Karena yakin, di puncak akan ada keindahan yang dinanti..
Begitupun dengan jalan ini, apakah saat memutuskan untuk jadi ibu profesional, ada jaminan keluarga jadi keren, anak jadi cerdas, rumah jadi indah?

Saya percaya, urusan HASIL adalah HAK ALLAH, bersungguh-sungguh menjalani prosesnya adalah HAK KITA.. Karena IA menilai PROSES bukan HASIL..
Mari menjadi seorang IBU karena PILIHAN, bukan karena KEBETULAN..
Bismillahi tawakkalnaa ‘alallah laa haula wa laa quwwata illaa billah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s